Sampingan

MEMBACA AL-QUR’AN

16 Jun

Kelebihan Orang yang Membaca dan Memuliakan Al Quran

http://feedproxy.google.com/~r/madani/~3/xr09FW6y4eg/?utm_source=feedburner&utm_medium=email

Ibnu Mas’ud Al Anshari Al Badri Radhiyallahu ‘Anh meriwayatkan dari Nabi
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sabdanya, “Orang yang paling berhak menjadi
imam dari suatu kaum adalah orang yang terpandai membaca Kitab Allah
diantara mereka. Jika mereka sama taraf dari segi bacaan. maka yang lebih
mengetahuai tentang sunnah.” (HR Muslim)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anh, katanya, “Adalah para
pembaca Al Qur’an hadir di majelis Umar Radhiyallahu ‘Anh bermusyawarah
dengannya, terdiridari orang tua dan pemuda.” (Riwayat Al Bukhari dalam
Shahih-nya)

Setelah ini insya-Allah , saya akan mengemukakan hadits-hadits yang masuk
dalam Bagian ini. Ingatlah bahwa madzhab yang shahih dan terpilih yang
diambilkan para ulama ialah bahwa membaca Al-Qur’an adalah lebih utama dari
membaca tasbih dan tahlil serta dzikir-dzikir lainnya. Banyak dalil kuat
yang mendukung hal itu, Wallahua’lam.

Menghormati dan Memuliakan Golongan Al Qur’an

Allah Azza wa Jalla telah berfirman, “Dan barangsiapa mengagungkan
syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati. (QS
Al-Hajj 22:32)

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang
terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi
Tuhannya.” (QS Al-Hajj 22:29)

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu
orang-orang yang beriman (mukmin).” (QS Asy-Syu’araa’ 26:215)

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa
kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul
kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS Al-Azhab 33:58)

Dalam bagian ini terdapat hadits Ibnu Mas’ud Al Anshari dan hadits Ibnu
Abbas yang telah disebut di atas.

Diriwayatkan dari Abu Musa Al Asy’ari Radhiyallahu ‘Anhu, katanya:
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya termasuk
menggagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah memuliakan orang tua yang
Muslim dan pengkaji Al-Qur’an yang tidak melampau batas dan tidak
menyimpang dari padanya serta memuliakan penguasa yang adil.” (Riwayat Abu
Dawud dan ia hadits hasan)

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anhu katanya, “Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyuruh kami menempatkan orang-orang dalam
kedudukan mereka.” (Riwayat Abu Dawud dalam sunnannya dan Al-Bazzar dalam
Musnadnya. Abu Abdillah Al-Hakim berkata dalam Ulumul hadits, dia hadits
sahih).

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu, “Sesungguhnya Nabi
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengumpulkan antara dua orang korban perang
Uhud, kemudian berkata, ‘Siapa yang lebih banyak hafal Al Qur’an di antara
keduanya, beliau mendahulukannya masuk ke liang lahat.” (Riwayat Al Bukhari)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, “Diriwayatkan dari Nabi
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman,
’Siapa yang yang mengganggu wali-Ku, maka Aku telah menyatakan perang
kepadanya.” (Riwayat Al Bukhari)

Diriwayatkan dalam Shahihain (Bukhari dan Muslim) dari Nabi Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bahwa baginda bersabda,  “Barangsiapa shalat Subuh, maka
dia berada dalam jaminan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh sebab itu jangan
sampai kamu dituntut oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala atas sesuatu dari
jaminan-Nya.”

Diriwayatkan dari dua imam yang agung yaitu Imam Abu Hanifah dan Imam Asy
Syafi’i Rahimahullah, keduanya berkata: “Jika para ulama bukan wali Allah
Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak punya wali.”

Imam Al Hafizh Abu Qasim Ibnu Asakir rahimahullah berkata: “Ketahuilah
wahai saudaraku mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan
keridhaan-Nya bagi kita dan menjadikan kita termasuk orang yang takut dan
bertaqwa kepada-Nya dengan taqwa yang sebenarnya bahwa daging para ulama
itu beracun, kebiasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam menyingkap tabir
para pencela akan terlihat dengan sendirinya. Dan siapa melecehkan para
ulama, Allah Subhanahu wa Ta’ala menimpakan bencana atasnya sebelum
kematiannya dengan kematian hati.”

Allah berfirman, “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya,
takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS An-Nur 24:63)

Imam An Nawawi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: