Sampingan

REFLEKSI ISRA’ MI’RAJ

26 Mei

“Maha Suci Allah yg telah memperjalankan hamba-NYA pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yg telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (Kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS.Al-Isra’ 1).
Allah swt mengisahkan peristiwa agung yg terjadi pada diri Rasulullah saw. Ini adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah hidup Rasulullah saw. Peristiwa diperjalankannya beliau (Isra’) dari Masjidil al-Haram di Makkah menuju Masjid al-Aqsa di Palestina, lalu dilanjutkan dgn perjalanan vertikal (Mi’raj) dari Qubbah As-Sakhrah (terletak sekitar 150 meter dari Masjid al-Aqsa) menuju ke Sidrat al-Muntaha (akhir penggapaian). Peristiwa ini terjadi antara 12-16 bulan sebelum Rasulullah saw diperintahkan untuk melakukan hijrah ke Yatsrib (Madinah).
Lalu pelajaran apa yg dapat kita ambil dari Perjalanan Isra’ wal Mi’raj ini? …
#Pertama » tentunya hal ini merupakan ujian bagi keimanan kita kepada Allah swt dan Rasulullah saw. Bagaimana tidak, kejadian itu sama sekali sulit difahami oleh akal, secara fisik maupun non fisik. Maka, pemahaman terkait kejadian itu harus berlandaskan iman dan tauhid, bukan logika semata. Kalau kita mempercayai ilmu Allah itu luas sekali, sehingga apa yg menurut kita tidak mungkin, itu mungkin saja terjadi, tentunya atas kehendak Allah swt. Kita tidak dapat menjelaskan keseluruhannya secara logika pengetahuan.
#kedua » bahwa seluruh rangkaian kejadian, menjadi bukti ke-Maha Kuasaan Allah swt sekaligus menjadi mukjizat Nabi Muhammad saw yg sungguh luar biasa. Tuktil mulka mimantasyaa-u, Allah akan memberikan kekuasaan kepada orang yg Allah Kehendaki, dan Allah akan mencabut kekuasaan dari yg Allah kehendaki.
Setiap ketetapan Allah pasti mengandung nilai-nilai kebaikan kita semua. Hanya saja kebaikan itu ada yg bisa dilihat sekarang dan ada yg nanti.
#ketiga » meneladani figur beliau sebagai seorang mujahid fi sabilillah. Perjalanan suci beliau semata-mata untuk meneguhkan pribadinya sebagai seorang pejuang murni di jalan Allah swt. Meneladani pribadi beliau pada aspek ini, akan menjadikan kita memiliki jiwa seorang mujahid, seorang yg hanya memiliki semangat membangun hidup untuk menolong dan meluhurkan agama-Nya dimuka bumi ini.
#keempat » meneladani kualitas iman Rasul sebagai figur manusia yg memiliki keimanan sempurna. Peristiwa Isra’ Mi’raj akan memiliki makna penting, jika dengan sekuat kemampuan kita, senantiasa kita berusaha untuk semakin meneguhkan keimanan kita kpd Allah swt. Itulah sebabnya sentral ajaran yg dibawah oleh Nabi bermuara pada pernyataan tauhid ‘laillaaha illa Allah’. Hanya dengan menjaga dan memelihara iman yg ada didlm dada kita, nama harum dihadapan Allah swt mampu kita raih. Allah menegaskan, bahwa hanya orang yg istiqomah dalam keimanannya saja yg mampu mendapatkan pertolongan dan kasih sayangNYA. (QS.An-Nisa’:137).
Peristiwa perjalanan suci Rasul bisa kita pakai untuk menyikapi kondisi keimanan kita yg bolak balik seperti digambarkan dalam (QS.An-Niss’:137), sehingga dgn momen itu kita bisa memperteguhkan diri untuk selalu istiqomah dlm keimanan kepada-NYA.
#kelima » mengambil misi dan perolehan Rasul dalam peristiwa itu, yakni perintah Allah mendirikan Sholat lima waktu. Dan sholat ini pulalah yg merupakan inti dari peristiwa Isra’ wa Mi’raj ini, karena sholat pada hakekatnya merupakan kebutuhan mutlak untuk mewujudkan manusia seutuhnya, kebutuhan akal pikiran dan jiwa manusia, sebagaimana ia merupakan kebutuhan untuk mewujudkan masyarakat yg diharapkan oleh manusia seutuhnya. Sholat dibutuhkan oleh pikiran dan akal manusia, karena ia merupakan pengejawantahan dari hubungannya dengan Tuhan, hubungan yg menggambarkan pengetahuannya tentang tata kerja alam ini, yg berjalan dibawah satu kesatuan sistem. Sholat juga menggambarkan tata intelegensia semesta yg total, yg sepenuhnya diawasi dan dikendalikan oleh suatu kekuatan Yang Mahadahsyat dan Maha Mengetahui, Tuhan Yang Mahaesa. Dan bila demikian, maka tidaklah keliru bila dikatakan bahwa semakin mendalam pengetahuan seseorang tentang tata kerja alam raya ini, akan semakin tekun dan khusu’ pula ia melaksanakan sholatnya. Sholat juga merupakan kebutuhan jiwa, karena, tidak seorangpun dlm perjalanan hidupnya yg tidak pernah berharap atau merasa cemas. Hingga pd akhirnya, sadar atau tidak, ia menyampaikan harapan dan keluhannya kpd Dia Yang Mahakuasa. Dan tentunya merupakan tanda kebejatan akhlaq dan kerendahan moral, apabila seseorang datang menghadapkan dirinya kpd Tuhan hanya pd saat dirinya didesak oleh kebutuhannya. Sholat juga dibutuhkan oleh masyarakat manusia, karena sholat, dlm pengertiannya yg luas merupakan dasar-dasar pembangunan.
Tujuan sholat adalah untuk memupuk dan menggembleng jiwa ummat menjadi luhur, agar bisa memiliki jiwa yg besar, ‘sabda Rasul : tidaklah seorang muslim yg sujud kpd Allah satu kali sujud, melainkan akan mengangkat derajatnya pada satu derajat tertentu, dan mengampuni dosanya. (HR.Muslim)’.
‘Raut mukanya ada tanda-tanda bekas bersujud (bercahaya dan berseri-seri), (QS.Al-Fath:29)’.
Demikianlah semoga kita bisa memetik dari peristiwa Isra’ wa Mi’raj, dan semoga kita digolongkan oleh Allah swt. Kapada 4 golongan manusia yg memperoleh barakah dan ridhoNya, sebagaimana yg telah dijanjikanNya (QS.An-Nisa’:69).

Sampingan

MEMBACA AL-QUR’AN

16 Jun

Kelebihan Orang yang Membaca dan Memuliakan Al Quran

http://feedproxy.google.com/~r/madani/~3/xr09FW6y4eg/?utm_source=feedburner&utm_medium=email

Ibnu Mas’ud Al Anshari Al Badri Radhiyallahu ‘Anh meriwayatkan dari Nabi
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sabdanya, “Orang yang paling berhak menjadi
imam dari suatu kaum adalah orang yang terpandai membaca Kitab Allah
diantara mereka. Jika mereka sama taraf dari segi bacaan. maka yang lebih
mengetahuai tentang sunnah.” (HR Muslim)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anh, katanya, “Adalah para
pembaca Al Qur’an hadir di majelis Umar Radhiyallahu ‘Anh bermusyawarah
dengannya, terdiridari orang tua dan pemuda.” (Riwayat Al Bukhari dalam
Shahih-nya)

Setelah ini insya-Allah , saya akan mengemukakan hadits-hadits yang masuk
dalam Bagian ini. Ingatlah bahwa madzhab yang shahih dan terpilih yang
diambilkan para ulama ialah bahwa membaca Al-Qur’an adalah lebih utama dari
membaca tasbih dan tahlil serta dzikir-dzikir lainnya. Banyak dalil kuat
yang mendukung hal itu, Wallahua’lam.

Menghormati dan Memuliakan Golongan Al Qur’an

Allah Azza wa Jalla telah berfirman, “Dan barangsiapa mengagungkan
syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati. (QS
Al-Hajj 22:32)

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang
terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi
Tuhannya.” (QS Al-Hajj 22:29)

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu
orang-orang yang beriman (mukmin).” (QS Asy-Syu’araa’ 26:215)

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa
kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul
kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS Al-Azhab 33:58)

Dalam bagian ini terdapat hadits Ibnu Mas’ud Al Anshari dan hadits Ibnu
Abbas yang telah disebut di atas.

Diriwayatkan dari Abu Musa Al Asy’ari Radhiyallahu ‘Anhu, katanya:
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya termasuk
menggagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah memuliakan orang tua yang
Muslim dan pengkaji Al-Qur’an yang tidak melampau batas dan tidak
menyimpang dari padanya serta memuliakan penguasa yang adil.” (Riwayat Abu
Dawud dan ia hadits hasan)

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anhu katanya, “Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyuruh kami menempatkan orang-orang dalam
kedudukan mereka.” (Riwayat Abu Dawud dalam sunnannya dan Al-Bazzar dalam
Musnadnya. Abu Abdillah Al-Hakim berkata dalam Ulumul hadits, dia hadits
sahih).

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu, “Sesungguhnya Nabi
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengumpulkan antara dua orang korban perang
Uhud, kemudian berkata, ‘Siapa yang lebih banyak hafal Al Qur’an di antara
keduanya, beliau mendahulukannya masuk ke liang lahat.” (Riwayat Al Bukhari)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, “Diriwayatkan dari Nabi
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman,
’Siapa yang yang mengganggu wali-Ku, maka Aku telah menyatakan perang
kepadanya.” (Riwayat Al Bukhari)

Diriwayatkan dalam Shahihain (Bukhari dan Muslim) dari Nabi Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam bahwa baginda bersabda,  “Barangsiapa shalat Subuh, maka
dia berada dalam jaminan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh sebab itu jangan
sampai kamu dituntut oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala atas sesuatu dari
jaminan-Nya.”

Diriwayatkan dari dua imam yang agung yaitu Imam Abu Hanifah dan Imam Asy
Syafi’i Rahimahullah, keduanya berkata: “Jika para ulama bukan wali Allah
Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak punya wali.”

Imam Al Hafizh Abu Qasim Ibnu Asakir rahimahullah berkata: “Ketahuilah
wahai saudaraku mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan
keridhaan-Nya bagi kita dan menjadikan kita termasuk orang yang takut dan
bertaqwa kepada-Nya dengan taqwa yang sebenarnya bahwa daging para ulama
itu beracun, kebiasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam menyingkap tabir
para pencela akan terlihat dengan sendirinya. Dan siapa melecehkan para
ulama, Allah Subhanahu wa Ta’ala menimpakan bencana atasnya sebelum
kematiannya dengan kematian hati.”

Allah berfirman, “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya,
takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS An-Nur 24:63)

Imam An Nawawi

Sampingan

Dosa-dosa Besar

14 Mei

Kumpulan Dosa-dosa Besar Volume 1

http://feedproxy.google.com/~r/rodja756am/~3/m3l9FMo8MlE/?utm_source=feedburner&utm_medium=email

Alhamdulillah kami bisa menghadirkan kepada anda dari kajian Kumpulan Dosa-dosa Besar dan Perkara-perkara yang Allah Haramkan dimana kajian ini diasuh oleh Ustadz Mahfudz Umri, Lc yang diselenggarakan secara live di radio rodja dari Masjid Al Barkah Cileungsi setiap hari selasa bada maghrib. Semoga bermanfaat.
Playlist

Download

Download kajian [8.97 MB]: Kumpulan Dosa-dosa besar – Macam-macam Dosa-dosa Besar (a) (49)
Download kajian [4.7 MB]: Kumpulan Dosa-dosa besar – Macam-macam Dosa-dosa Besar (b) (27)
Download kajian [7.39 MB]: Kumpulan Dosa-dosa Besar – Fitnah (27)
Download kajian [8.3 MB]: Kumpulan Dosa-dosa Besar – Kesyirikan (29)
Download kajian [12.21 MB]: Kumpulan Dosa-dosa Besar – Kesyirikan dalam Uluhiyah (26)
Download kajian []: Kumpulan Dosa-dosa Besar – Definisi Syrik Besar (30)
Download kajian []: Kumpulan Dosa-dosa Besar – Macam-macam syirik besar (26)
Download kajian []: Kumpulan Dosa-dosa Besar – Kesyirikan dalam kecintaan (27)
Download kajian []: Kumpulan Dosa-dosa Besar – Kesyirikan dalam pengharapan (32)
Download kajian []: Kumpulan Dosa-dosa Besar – Sumpah (25)
Download kajian [14.62 MB]: Kumpulan Dosa-dosa Besar – Macam-macam syirik kecil (22)
Download kajian [10.02 MB]: Kumpulan Dosa-dosa Besar – Membunuh jiwa 01 (19)
Download kajian [8.22 MB]: Kumpulan Dosa-dosa Besar – Membunuh jiwa 02 (23)
Download kajian [12.26 MB]: Kumpulan Dosa-dosa Besar – Bahayanya riba (26)
Download kajian [10.64 MB]: Kumpulan Dosa-dosa Besar – Lari dari medan perang (24)
Download kajian [13.68 MB]: Kumpulan Dosa-dosa Besar – Menuduh berzina (18)
Download kajian [7.77 MB]: Kumpulan Dosa-dosa Besar – Durhaka kepada orang tua 01 (a) (19)
Download kajian [6.15 MB]: Kumpulan Dosa-dosa Besar – Durhaka kepada orang tua 01 (b) (21)
Download kajian [18.72 MB]: Kumpulan Dosa-dosa Besar – Durhaka kepada orang tua 02 (19)

Sampingan

Konsultasi Syariah : Haramkah Ramalan Cuaca? …

11 Mei

Ramalan Cuaca Haram?

http://www.konsultasisyariah.com/ramalan-cuaca-haram/

Hukum Meyakini Ramalan Cuaca

Pertanyaan:

Assalamualaykum,
ustad terkadang saya merasa bingung dengan fenomena ramalan. Kan memang aturan dalam islam percaya pada ramalan itu dosa dan diharamkan, apakah sama hukumnya dengan ramalan yang berkaitan kasus ramalan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gerhana matahari cincin
(GMC) akan terjadi pada 9-10 Mei 2013 atau ramalan cuaca setiap hari??
mohon penjelasannya jazakallah
Dari: Puji, Surabaya

Jawaban:

Wa alaikumus salam
Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Salah satu diantara sebab kesalah-pahaman dalam membaca adalah kurang bisa memahami istilah. Terlebih istilah yang ambigu. Sebagian orang memahami sesuatu istilah tidak sebagaimana konteksnya. Salah satu contohnya adalah ramalan. Bisa kita nyatakan, kata ini termasuk ambigu. Bisa digunakan dalam banyak kalimat dengan konteks yang berbeda. Seperti ramalan cuaca dan ramalan paranormal, jelas konteksnya berbeda. Karena masing-masing
disimpulkan dari cara yang berbeda.

Terkait hukum ramalan cuaca, Imam Ibnu Utaimin memberikan beberapa catatan yang perlu digaris bawahi,
Pertama, Rincian keterangan tentang turunnya hujan termasuk ilmu ghaib (informasi yang hanya diketahui oleh Allah). Allah berfirman,
إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ
مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَداً وَمَا
تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ

“Sesungguhnya Allah, hanya miliknya informasi kapan kiamat, dia yang menurunkan hujan, dan dia mengetahui apa yang ada di dalam rahim. Tidaklah satupun jiwa mengetahui apa yang akan dia lakukan besok, dan tidak ada satupun jiwa dimana dia akan mati..” (QS. Luqman: 34)

Untuk itu, siapa yang mengklaim mengetahui hal yang ghaib, termasuk mengaku mengetahui kapan hujan turun, berapa jumlahnya, dst. maka dia telah
melakukan perbuatan kekafiran, karena mendustakan firman Allah,
قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ

Katakanlah, tidak ada satupun di langit dan dibumi yang mengetahui hal ghaib, kecuali Allah. (QS. An-Naml: 65).

Kedua, Menggunakan Indikator lahiriyah, bukan termasuk menebak ilmu ghaib

Imam Ibnu Utsaimin mengatakan,
وأما من أخبر بنزول مطر أو توقع نزول مطر في المستقبل بناءً على ما تقتضيه
الآلات الدقيقة التي تقاس بها أحوال الجو فيعلم الخبيرون بذلك أن الجو مهيأ
لسقوط الأمطار فإن هذا ليس من علم الغيب بل هو مستند إلى أمر محسوس والشيء
المستند إلى أمر محسوس لا يقال إنه من علم الغيب

Menyampaikan informasi tentang turunnya hujan atau perkiraan turunnya hujan pada beberapa waktu berikutnya, berdasarkan hasil penelitian dengan alat canggih, untuk memprediksi kondisi cuaca, sehingga ahli meteorologi bisa
menyimpulkan bahwa cuaca mengarah pada turunnya hujan. Informasi semacam ini, tidak termasuk ilmu ghaib. Namun dia mengacu pada indikator lahiriyah.
Dan semua kesimpulan yang mengacu pada indikator lahiriyah, tidak bisa disebut bahwa itu ilmu ghaib.

Beliau melanjutkan,
والتنبؤات التي تقال في الإذاعات من هذا الباب وليست من باب علم الغيب ولذلك
هم يستنتجونها بواسطة الآلات الدقيقة التي تضبط حالات الجو وليسوا مثلاً
يخبرونك بأنه سينزل مطر بعد كذا سنة وبمقدار معين لأن هذه الوسائل الآلات لم
تصل بعد إلى حدٍ تدرك به ماذا يكون من حوادث الجو بل هي محصورة في ساعات معينة
ثم قد تخطئ أحياناً وقد تصيب أما علم الغيب فهو الذي يستند إلى مجرد العلم فقط
بدون وسيلة محسوسة وهذا لا يعلمه إلا الله عز وجل

Informasi yang disampaikan di radio tentang perkiraan cuaca bukan termasuk
mengetahui ilmu ghaib. Karena itulah, mereka hanya bisa mendapatkan info tentang prediksi cuaca, dengan alat canggih yang bisa mengukur kondisi cuaca. Mereka juga tidak mampu, misalnya memberitahukan akan turun hujan setelah sekian tahun dengan curah tertentu. Karena alat yang mereka gunakan tidak mampu menjangkau keadaan yang bisa mengetahui semua kondisi cuaca.
Alat ini hanya terbatas untuk waktu tertentu. Itupun kadang meleset,
meskipun kadang juga benar. Adapun ilmu ghaib adalah mengetahui sesuatu yang ghaib yang bersandar pada pengetahuan yang dimiliki, tanpa menggunakan
indikator lahiriyah. Dan semacam ini tidak ada yang tahu kecuali Allah.

Sumber: http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_1716.shtml

Untuk itu, mungkin istilah yang lebih tepat, agar tidak menimbulkan
kesalah-pahaman, prakiraan cuaca atau prediksi cuaca, dan bukan ramalan cuaca. Karena realita yang ada, BMG hanya menyampaikan prediksi, sehingga orang bisa merencanakan agenda aktivitasnya. BMG tidak pernah memaksakan
orang lain untuk membenarkan informasi yang dia sampaikan. Karena mereka memahami, itu hanya prediksi.
Nuansa ini jelas berbeda dengan ramalan dukun, yang dilakukan tanpa
menggunakan indikator lahiriyah apapun, dan oleh pengikutnya dipercaya sampai pada tingkat yakin, tanpa interupsi. Kasus kedua inilah yang bermasalah, dan bahkan termasuk perbuatan kekafiran.

Allahu a’lam

Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina http://www.KonsultasiSyariah.com)

Sampingan

Download

6 Mei

Sirah Nabawiyah Volume 3

http://feedproxy.google.com/~r/rodja756am/~3/HEHICna7F4I/?utm_source=feedburner&utm_medium=email

Alhamdulillah, kami bisa menghadirkan kepada anda Volume 3 dari kajian Sirah Nabawiyah yang diasuh oleh Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja MA yang diselenggarakan setiap hari sabtu siang. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan untuk kita semua dan semoga kajian ini bermanfaat.

Playlist

Download

Download kajian [9.54 MB]: Sirah Nabawiyah – Perang Badar 01 (15)
Download kajian [15.28 MB]: Sirah Nabawiyah – Perang Badar 02 (9)
Download kajian [9.51 MB]: Sirah Nabawiyah – Perang Badar 03 (6)
Download kajian [14.12 MB]: Sirah Nabawiyah – Perang Badar 04 (6)
Download kajian [12.96 MB]: Sirah Nabawiyah – Perang Badar 05 (7)
Download kajian [10.32 MB]: Sirah Nabawiyah – Perang Badar 06 (6)
Download kajian [13.61 MB]: Sirah Nabawiyah – Perang Uhud 01 (5)
Download kajian [12.51 MB]: Sirah Nabawiyah – Perang Uhud 02 (5)
Download kajian [14.49 MB]: Sirah Nabawiyah – Perang Uhud 03 (5)
Download kajian [13.66 MB]: Sirah Nabawiyah – Perang Uhud 04 (5)
Download kajian [13.07 MB]: Sirah Nabawiyah – Pengusiran Bani Nadzir (6)
Download kajian [10.44 MB]: Sirah Nabawiyah – Pengusiran Bani Nadzir dan Perang Dzaturiqqa (5)
Download kajian [13.59 MB]: Sirah Nabawiyah – Perang Ahzab (5)
Download kajian [4.14 MB]: Sirah Nabawiyah – Penyerangan terhadap Bani Quraidzah 01 (5)
Download kajian [2.56 MB]: Sirah Nabawiyah – Penyerangan terhadap Bani Quraidzah 02 (6)

Sampingan

Caleg Non Muslim

5 Mei

Memilih Caleg Non Muslim
http://muslim.or.id/manhaj/memilih-caleg-non-muslim.html

Kita sudah mengenal bagaimana semboyan dalam politik, “Tak ada teman abadi.
Tak ada musuh abadi. Yang ada hanya kepentingan abadi.” Dan kita dengar belakangan ini, beberapa partai Islam dan yang katanya memperjuangkan Islam
mulai memasukkan nama caleg mereka termasuk pula caleg non-muslim. Bahkan ada pula partai yang terkenal membela Islam memasukkan pula caleg “pendeta”. Lepas dari sistem demokrasi yang jelas bermasalah karena orang bodoh dan orang pintar disamakan, ahli maksiat dan seorang kyai pun
suaranya sama dalam sistem ini, yang sekarang kita persoalkan adalah bolehkah memilih caleg dari kalangan non-muslim, apalagi seorang pendeta.
Berikut Fatwa no. 7796, Soal no. 3 dari Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia)
س3: هل يجوز للمسلم أن يدلي بصوته في الانتخابات، وهل يجوز إدلاء صوته لصالح
الكفار.
ج3: لا يجوز التصويت من المسلمين لصالح الكفار؛ لأن في ذلك رفعة لهم، وإعزازا
لشأنهم، وسبيلا لهم على المسلمين، وقد قال الله تعالى: { وَلَنْ يَجْعَلَ
اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا } (1)
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو … عضو … نائب رئيس اللجنة … الرئيس
عبد الله بن قعود … عبد الله بن غديان … عبد الرزاق عفيفي … عبد العزيز بن عبد
الله بن باز

Soal:
Apakah boleh bagi seorang muslim memberikan suara (baca: nyoblos) dalam pemilu? Apakah boleh memberikan suara kepada caleg non-muslim (yang kafir)?

Jawab:
Kaum muslimin tidak boleh memberikan suara kepada calon non muslim.
Tindakan tersebut berarti memuliakan dan meninggikan posisi orang kafir serta memberi jalan bagi orang kafir agar bisa menguasai kaum muslimin.
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا

“Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (QS. An Nisa’: 141)

Hanya Allah yang memberi taufik. Semoga shalawat dan salam dari Allah tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
[Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud dan Syaikh
‘Abdullah bin Ghudayan selaku anggota, Syaikh ‘Abdur Rozaq ‘Afifi selaku wakil ketua, dan Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz sebagai ketua]

Ada yang berdalil dengan kesahan memilih caleg non-muslim dengan hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, dimana ia bercerita,
وَاسْتَأْجَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَبُو
بَكْرٍ رَجُلًا مِنْ بَنِي الدِّيلِ هَادِيًا خِرِّيتًا، وَهُوَ عَلَى دِينِ
كُفَّارِ قُرَيْشٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar mengupah seorang laki-laki dari Bani Ad Diil sebagai petunjuk jalan, dan dia adalah seorang
beragama kafir Quraisy. (HR. Bukhari no. 2264).

Ini memang menjadi dalil para ulama akan bolehnya mempekerjakan orang kafir. Namun pembolehannya dengan syarat:
Orang kafir tidak memiliki kekuasaan menguasai kaum muslimin Orang kafir tidak merasa diatas kaum muslimin.
Jadi sah-sah saja jika mempekerjakan orang kafir di pabrik atau untuk proyek pembangunan. Sebagaimana Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bekerjasama dalam mudhorobah (usaha bagi hasil) untuk mengurus tanaman dengan seorang Yahudi dari Khoibar. Yahudi tersebut lalu mendapatkan separuh dari hasil panen. Adapun jika mempekerjakan non-muslim lantas mereka memiliki kekuasaan pada kaum muslimin atau mereka bisa mengorek berita-berita kaum muslimin, maka seperti ini tidak dibolehkan.
Lihat Tadzhib Tashil Al ‘Aqidah Al Islamiyah, hal. 238, karya Syaikh
‘Abdullah bin ‘Abdul ‘Aziz Al Jibrin.

Jika kita melihat kembali hadits Bukhari yang disebutkan di atas,
diterangkan bahwa non-muslim tersebut bertindak sebagai penunjuk jalan saja, bukan ingin memperjuangkan Islam. Itu pun termasuk bentuk tolong menolong yang mubah selama syarat di atas yang kami sebutkan terpenuhi.
Sedangkan dalam hal Pemilu, jika caleg non-muslim yang dipilih, maka mustahil ia bisa memperjuangkan Islam di negeri minoritas muslim. Jika yang muslim saja tidak bisa memperjuangkan dakwah Islam di negeri minoritas, bagaimana sampai mengharap dari non-muslim? Apa jika caleg non-muslim terpilih bisa mengajak masyarakat muslim untuk shalat dan menunaikan kewajiban yang lain? Lebih aneh lagi jika yang jadi caleg adalah seorang pendeta dan ia disuruh menyuarakan Islam. Padahal kita tahu sendiri bahwa pendeta itulah yang paling benci pada Islam. Lantas bagaimana bisa jadi penolong atau mau dianalogikan dengan penunjuk jalan di atas?!

Ditambah lagi jika kita kembali di awal dengan mengkritik sistem demokrasi yang jelas menyelisihi prinsip Islam. Dan tidak pernah di negeri kita ini dijumpai partai yang memperjuangkan Islam dengan masuk Parlemen bisa berhasil menegakkan syari’at Islam di tanah air. Bagaimana mungkin para kyai bisa mengalahkan para preman lewat sistem demokrasi yang menghalalkan segala cara?!
Yang bisa menyadari hal ini jika ia masih membuka hati dan menerima kebenaran.
Hanya Allah yang memberi hidayah dan taufik.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id

Sampingan

Donwload Kajian

5 Mei

Mukhtashor Minhajul Qosidin Volume 6

http://feedproxy.google.com/~r/rodja756am/~3/ilJkOvvzRCk/?utm_source=feedburner&utm_medium=email

Alhamdulillah kami bisa menghadirkan kajian dari Mukhtashor Minhajul Qosidin Volume 6 yang diasuh oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc yang dikaji setiap hari senin bada Shubuh. Semoga kajian ini bermanfaat.
Playlist

Download

Download kajian [13.7 MB]: Mukhtashor Minhajul Qosidin – Kelezatan Yang Paling Tinggi Adalah Mengenal Allah (8)
Download kajian [12.57 MB]: Mukhtashor Minhajul Qosidin – Sebab-sebab Yang Menyebabkan Cinta Kita Kepada Allah Semakin Kuat (9)
Download kajian [14.43 MB]: Mukhtashor Minhajul Qosidin – Sebab Perbedaan Manusia Dalam Mencintai Allah (7)
Download kajian [17.11 MB]: Mukhtashor Minhajul Qosidin – Tanda Kecintaan Allah 01 (8)
Download kajian [14.52 MB]: Mukhtashor Minhajul Qosidin – Tanda Kecintaan Allah 02 (9)
Download kajian [14.82 MB]: Mukhtashor Minhajul Qosidin – Niat, Ikhlas dan Jujur 01 (6)
Download kajian [15.3 MB]: Mukhtashor Minhajul Qosidin – Niat, Ikhlas dan Jujur 02 (7)
Download kajian [15.96 MB]: Mukhtashor Minhajul Qosidin – Niat, Ikhlas dan Jujur 03 (7)
Download kajian [16.41 MB]: Mukhtashor Minhajul Qosidin – Muhasabah dan Muqarabah 01 (13)
Download kajian [15.88 MB]: Mukhtashor Minhajul Qosidin – Muhasabah dan Muqarabah 02 (6)
Download kajian [15.09 MB]: Mukhtashor Minhajul Qosidin – Muhasabah dan Muqarabah 03 (6)
Download kajian [16.45 MB]: Mukhtashor Minhajul Qosidin – Muhasabah dan Muqarabah 04 (7)
Download kajian [14.22 MB]: Mukhtashor Minhajul Qosidin – Mengingat Kematian 01 (8)
Download kajian [16.76 MB]: Mukhtashor Minhajul Qosidin – Mengingat Kematian 02 (9)
Download kajian [14.98 MB]: Mukhtashor Minhajul Qosidin – Mengingat Kematian 03 (10)